Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

Dibalut Kaos Warna Gelap,Ini Foto Detik Detik Terakhir "Sang Gembong Narkoba" Freddy Budiman Sebelum Di Eksekusi Mati

Hitam Putih-Gembong narkoba Freddy Budiman dieksekusi mati karena menjadi gembong narkoba dengan berbagai modus. Ia dieksekusi bersama tiga terpidana lainnya di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.


Detikcom mendapatkan foto terakhir Freddy sesaat sebelum dieksekusi mati pada Jumat (29/7/2016). Dalam foto itu ia tengah keluar dari ruang isolasi dan dikawal para petugas LP berseragam biru.

Dalam foto itu terlihat ia mengenakan kopiah warna hitam. Freddy yang mengimpor 1,4 juta ekstasi itu keluar ruang isolasi mengenakan kaos putih yang dibalut dengan kaos warna gelap. Dengan mengenakan celana warna krem, terlihat tangannya sedang memegang selembar kertas. Raut mukanya tampak tegang.

Begitu keluar dari ruang isolasi kurang lebih pukul 23.40 WIB, Kamis (28/7), Freddy dikawal tim eksekutor menuju halaman LP Besi dan dinaikkan ke kendaraan. Perlahan kendaraan menerobos hujan menuju Limus Buntu, kurang lebih 15 menit dari LP Besi.

Setelah sampai di lokasi, proses eksekusi disiapkan. Regu tembak menempati posisinya dan Freddy dkk didirikan di tengah lapangan. Hujan terus mengguyur. Di atas terpidana telah dipasang tenda agar tidak terkena hujan.

Dor! Tepat pukul 00.45 WIB peluru menembus para gembong narkoba itu.

Setelah itu tim dokter segera memeriksa untuk memastikan mereka telah meninggal. Lalu dilanjutkan prosesi oleh rohaniwan. Dan satu per satu jasad dikeluarkan dari LP Nusakambangan.

Freddy merupakan gembong narkoba kelas kakap. Ia dihukum mati karena mengimpor 1,4 juta ekstasi, padahal ia di dalam penjara. Ia juga membangun pabrik narkoba di selnya. Setelah dipindah ke Nusakambangan, ia masih mengontrol bisnisnya, termasuk mengimpor 50 ribu pil ekstasi dari Belanda lewat Jerman ke Indonesia.

Baca juga :

HEBAT!!! Walau Hanya Anak Seorang Pemulung Gadis Ini Lulus Kuliah Dengan IPK Cumlaude 3,77

Perjuangan Bocah Ini Dalam Menuntut Ilmu Bikin Netizen Terharu

Kisah Nyata Seorang Gadis Yang Meninggal Dalam Keadaan Wajah Tersenyum Bahagia

poker online terpercaya
klik untuk info

poker online terpercaya
klik untuk info

Mabes Polri Sudah Mempersiapkan 168 Personil Untuk Menjadi Eksekutor Terpidana Mati Jilid III Di Nusa Kambangan

Hitam Putih -Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul memberikan keterangan pers terkait persiapan kepolisian menjelang eksekusi mati jilid III, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 28 Juli 2016


Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan kepolisian siap siaga membantu kejaksaan dalam pelaksanaan eksekusi mati jilid III dalam waktu dekat ini. Terutama dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

"Sudah disiapkan hampir 300 personel Brigade Mobil untuk membantu eksekusi," kata Martinus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juli 2016.

Anggota Brimob ini dibagi menjadi regu pengawalan, pengamanan, dan regu tembak. Menurut Martinus, satu terpidana mati akan dieksekusi oleh 12 orang penembak. Jumlah terpidana yang bakal dieksekusi sebanyak 14 orang. Maka ada 168 Brimob yang akan menjadi tim eksekusi.

Martinus menjelaskan, beberapa tim sudah berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah. "Tim lain masih ada di sekitar Nusakambangan, yang bersiap-siap apabila sewaktu-waktu ada permintaan dari jaksa untuk melakukan eksekusi mati," ujarnya.

Menurut Martinus, Polri mengikuti permintaan dari jaksa dalam hal eksekusi mati ini. Saat ini, kata dia, polisi baru menerima permintaan secara umum, yakni mereka bergerak mendekat ke Nusakambangan. Sedangkan permintaan untuk eksekusi belum diterima polisi. "Kami belum tahu jadwalnya," katanya.

Martinus mengatakan umumnya para terpidana meminta dieksekusi pada malam hari. "Di situ tenang," katanya. Selain polisi, jaksa sudah mempersiapkan rohaniawan, dokter forensik, juga peti jenazah. Kejaksaan Agung mengumumkan, eksekusi vonis mati jilid III semakin dekat. "Jumlahnya kalau tidak ada perubahan, 14 (terpidana)," kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di kantornya, Rabu, 27 Juli 2016.

Baca juga :

Menjelang Eksekusi Mati,Freddy Budiman :"Saya minta maaf kepada anak-anak saya"

Miris,Inilah 5 Tabiat Buruk Rata-rata Orang Indonesia Yang Sering Kita Temukan Sehari -hari

Percayakah Anda JIka Gadis Manis Ini Ternyata Seorang Polwan Berpangkat Bripda?

poker online terpercaya
klik untuk info
poker online terpercaya
klik untuk info

Menjelang Eksekusi Mati,Freddy Budiman :"Saya minta maaf kepada anak-anak saya"

Hitam Putih -"Saya minta maaf kepada anak-anak saya."


Pemerintah Indonesia bakal segera melakukan eksekusi mati tahap ketiga terhadap terpidana hukuman mati. Di antara terpidana mati itu dikabarkan ada nama Freddy Budiman yang bakal dieksekusi dalam waktu dekat ini.

Freddy adalah terpidana mati kasus narkoba. Dia dituding terlibat berbagai kasus narkoba di Tanah Air. Di antaranya mengimpor sekitar 1,5 juta pil ekstasi dari Hong Kong, mengendalikan jaringan narkoba dari dalam penjara.

Dalam wawancara dengan tv swasta, Freddy mengungkapkan suara hatinya seputar keluarga dan kasus narkoba yang membelitnya. Berikut ini kutipan wawancara salah satu tv swasta dengan Freddy yang dilansir, Kamis, 28 Juli 2016.

Apakah keluarga tahu Anda menjalankan bisnis narkoba? 

Awalnya anak-anak saya tidak tahu. Mereka tidak tahu saya mendekam di penjara. Anak saya tahunya saya bekerja di luar negeri.

Kapan Anda bisa bertemu mereka? 

Fase bertemu mereka ketika dapat izin berobat. Saya suruh mereka samperin, kami berjumpa. Dalam waktu tiga tahun hanya tiga hari berjumpa.

Apa yang Anda harapkan dari mereka? 

Saya ingin mereka jadi kebanggaan untuk saya walaupun dalam hati saya, saya begini.

Apakah Anda yakin keluarga tidak akan tersentuh narkoba?

Tidak akan. Mereka ada pondasi yang kuat dari sekolah dasar (SD) sekolah agama, dari lingkungan bagus.

Sekarang mereka tahu Anda terlibat narkoba. Apa yang Anda ingin sampaikan? 

Saya minta maaf kepada anak saya. Saya lakukan ini demi mereka. Saya berharap keterpurukan ini tidak menjadikan mereka patah semangat.

Apakah mereka tahu Anda divonis hukuman mati? 

Mereka tahu saya divonis hukuman mati. Saya masih mengajukan banding, kasasi. Banyak yang mau saya utarakan dengan bukti yang saya dapat bahwa saya tidak permah lihat 1,5 juta butir ekstasi (yang dituduhkan diselundupkan oleh Freddy ke Indonesia).

Bagaimana Anda menjelaskan harus menjalani hukuman mati kepada anak-anak Anda? 

Saya jelaskan bahwa vonis mati itu hanya hukuman dari hakim. Pada faktanya yang bisa hukum mati kita itu hanya Allah. Kalian harus semangat. Anak-anak bisa terima. Mereka dukung saya dan meminta saya untuk lebih dekat dengan agama.

Baca juga :

Miris,Inilah 5 Tabiat Buruk Rata-rata Orang Indonesia Yang Sering Kita Temukan Sehari -hari

Percayakah Anda JIka Gadis Manis Ini Ternyata Seorang Polwan Berpangkat Bripda?

Perubahan Drastis Karin Novilda Yang Pernah Menjadi Peraih Nilai tertinggi UN

poker online terpercaya
klik untuk info

poker online terpercaya
klik untuk info

Terjadi Lagi Anggota Polri Sumut Tertangkap BNN Yang Ternyata Bandar Ekstasi

Aipda Abdul Kholik yang ditangkap BNN

Hitam Putih -Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara kembali membongkar jaringan pengedar ekstasi di Kota Medan. Kali ini, petugas BNNP Sumut menangkap petugas Polda Sumut yang diketahui berpangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda) bernama Abdul Kholik.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut, AKBP Agus Halimudin ketika dikonfirmasi www.tribun-medan.com semula terdengar kaget. Ia sempat bertanya dari mana www.tribun-medan.com mendapatkan informasi itu.

"Memang ada kami amankan. Yang bersangkutan diamankan di Jl STM," kata Agus via selular, Selasa (19/7/2016) sore.

Agus mengatakan, Aipda Abdul Kholik ditangkap berdasarkan keterangan Aiptu Mansyur, anggota Polres Padang Sidimpuan yang ditangkap pada Maret 2016 lalu. Saat itu, Mansyur diamankan bersama adiknya bernama Sulaiman dengan barang bukti hampir 1.000 butir pil ekstasi.

"Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Jadi, dia (Abdul Kholik) kami amankan berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya," kata Agus.

Terkait kasus ini, Mansyur diamankan bersama adiknya Sulaiman di Jalan Garuda IV Perumnas Mandala, Percut Seituan. Saat diamankan kala itu, Mansyur mengaku belum lama mengedarkan ekstasi di Kota Medan.

Sumber : medan.tribunnews.com

Baca juga :

Senyum Manis Gatot Yang Kembali Dihadirkan Di Kota Medan Terkait Sidang Kasus Bansos

Diduga Suap Panitera PN Jakarta Utara,Bang Ipul Diperiksa KPK

Video : Seorang Ayah Bejad Tega Meraba Dada Putrinya Ketika Naik Sepeda Motor


poker online terpercaya
klik untuk info

poker online terpercaya
klik untuk info


Jamaludin (40) Si Bandar Ganja : "Alhamdulillah, saya puasa. Tadi pagi sahur seadanya,"


Hitam Putih -Jamaluddin Ibrahim (40) warga Jalan Stasiun, Dusun I, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal yang ditangkap petugas Unit Reserse Kriminal Polsekta Medan Baru dengan barang bukti 30 Kg ganja kering hanya bisa pasrah sembari menutupi wajahnya saat dihadirkan dalam gelar pemaparan di halaman polsek, Senin (6/6/2016) sore.

Ketika diwawancara tribun-medan.com, lelaki bertubuh kurus ini mengaku sangat menyesal.

Jamal yang beragama Islam ini tetap memilih puasa selama di dalam sel. Ia mengaku sahur seadanya dengan memakan nasi yang disediakan polsek.

"Alhamdulillah, saya puasa. Tadi pagi sahur seadanya," kata tersangka dengan kedua tangan diborgol.

Ketika ditanya kenapa dirinya menjual ganja, Jamal pun mengaku terpaksa. Sebab, kata Jamal, penghasilannya sebagai penarik beca dayung sangat pas-pasan.

"Ya, bagaimanalah. Hasil narik becak enggak cukup untuk anak-anak. Jadi saya jual ganja," ungkap Jamal.

Sumber  http://medan.tribunnews.com/

Baca juga

Janda Pembantai Mantan Suami Pakai Celurit Akhirnya Ditangkap Polisi

ISIS Membakar Hidup-hidup Gadis Yazidi Karena Menolak Berhubungan Intim

poker online terpercaya
klik untuk info

bandar togel terpercaya
klik untuk info